Jangan Lakukan Sekali Lagi Sayang,*
Saat sore itu,
Ummi juga telah curiga
Mengapa suasana begitu sepi dan tenang
Tanpa ada keributan dan suara
Saat sore itu,
Ummi juga telah sekilas terpikir
“There’s something wrong”
“Irgendetwas passiert”
Tapi ummi hilangkan begitu saja kecurigaan
Saat sore itu
Ummi akhirnya memutuskan
Mengakhiri cengkrama dengan tuts dan monitor
Tinggalkan deretan gunung koreksian
Segera menghampiri nanda di kamar
Yang sedang bermain sambil tersenyum nakal
Hmm..ada apa ya?
Apa gerangan yang aneh di kamar ini?
Lihat ke langit langit, nope…semua biasa
Lihat ke jendela, tidak..letak semuanya persis sebagaimana mestinya
Lihat ke dinding, nee..semuanya bersih tak ada coretan
Lalu yang manakah yang salah?
dan mata ummi terus melanjutkan acara pengembaraan.
Ah ya, lihat lantai !!
Waduuuuhhhhhhhhhhhhhhh…mengapa tergeletak banyak potongan rambut?
Rambut nanda kah? atau rambut adik nandakah?
Tepat di tangan nanda masih terlihat si gunting pembawa masalah
Yang biasanya tersimpan rapih di laci kedua
Hati inginnya marah
Namun bercampur dengan rasa geli melihat ekspresi nanda
Salah…iseng…takut…bangga….semua bercampur satu
“Anja katakan aku harus potong rambut, sudah panjang !”
Hanya penjelasan itu yang keluar dari bibir kecilnya
Dan tetap tersungging senyum nakal di sana
Saat sore itu,
Ummi putuskan nanda duduk di kursi perenungan
Dan anehnya, nanda duduk tanpa protes berkepanjangan
Ummi minta nanda merapihkan mainan di kamar
Dan teramat baiknya, nanda melakukan tanpa diskusi berkelanjutan
Ummi katakan agar nanda mohon maaf pada adik atas terpotongnya sebagian rambutnya
Dan tanpa banyak bicara, nanda cium kening adik dengan lembutnya.
Ah,
Kini rambut nanda jadi tak beraturan
Potongan poni kilat di depan pun tak banyak membantu
Sebagian rambut yang hilang di kepala adikpun jadi terlihat aneh
Untung saja masih dapat dikamuflasi dengan hiasan kepala
Tapi tak apalah nanda,
Semoga dengan ini nanda bisa mengambil pelajaran
…bahwa gunting tidak digunakan untuk merapihkan rambut sendiri
…bahwa keisengan yang membahayakan selalu diikuti dengan konsekuensi
…bahwa ummi dan ayah menghukum karena sayang pada nanda yang tak bertepi
…bahwa berkata jujur lebih ayah dan ummi sukai
Jangan lakukan sekali lagi sayang..
Janji pada ayah dan ummi !!
Bukan rambut ataupun gunting yang kami khawatirkan
Namun kejadian lebih buruk yang ingin kami hindari
Jangan lakukan sekali lagi sayang..
Dengar nasihat ayah dan ummi
Camkan di dalam hati
Betapa ayah dan ummi sayang dirimu dari lubuk terdalam hati kami.
*Nasihat untuk mas di hari ini(4 th)

wah mbak in…shf juga pernah gitu tuh. korban rambutnya…lagi hobby ngegunting..semuanya digunting…rambut, baju…:))
tapi alhamdulillah dia safety procedure..:)) abis anaknya takut sakit..jadi ngebiarin dia maen gunting kitanya gak was-was…paling was-was ya itu..ngegunting yg gak jelas..:D
foto mas dong…pengen tau kaya apa rambutnya setelah digunting sendiri…:) seminggu juga udah gak keliatan kacaunya kok ya mas yaaa..:)
Comment by -ari- — July 26, 2005 @ 7:05 am
oh nandanya mas yaa . aku pikir de iie .. aduh ummi .. ko ya si mas bisa ngambil gunting sih *tenang mas, ummi aja yg tante ika tegor* .. hhihihi ..
In .. thanks ya .. udah baikan nih sekarang aku .. take care semuanya yaa ..
Comment by te-ika — July 26, 2005 @ 9:42 am
hehehe aku dulu juga pernah lo potong rambut sendiri..inget banget…gara2 gemes ama poni yg kaykanya mengganggu banget…udahan kelar nangis deh liat tampang di cermin jadi gak karuan gituh
Comment by Ayu — July 26, 2005 @ 4:24 pm
waks kejadian yg sama menimpa ara sebulan yl, di sekolah !
memang mereka boleh pegang gunting (beneran) trus gurunya meleng dikit dia potong rambut dia sendiri dan temannya (kata gurunya sih bisa jadi rambut temannya bukan dia yg motong) hanya karena pengen niruin ayah motong rambutnya…
Comment by intan — August 1, 2005 @ 2:35 pm